Situs Pasujudan Sunan Bonang di Lasem Rembang Saksi Bisu Perjuangan Sang Wali Songo

Namanya adalah Raden Mahadum Ibrahim, yang karena buah karyanya telah menciptakan alat musik jawa bernama Bonang maka beliau dijuluki sebagai Sunan Bonang.

Sejarah perjuangan wali songo di tanah jawa tentu sudah tidak asing di telinga masyarakat Nusantara. Masa itu masyarakat jawa sebenarnya sudah lebih dulu menganut agama turun temurun yaitu hindu budha, namun berkat kesabaran, kecerdasan dan kegigihannya dalam mengajar dan menyebarkan agama Islam di tanah jawa, ahirnya Wali Songo mampu mengislamkan seluruh jawa. 

Itu semua bukanlah cerita kosong dan dongeng semata, bukti-bukti sejarah termasuk salah satunya situs-situs peninggalan walisongo dapat ditemukan diseluruh jawa, khususnya wilayah jawa utara. Makam-makam keramat sang wali songo kinipun menjadi obyek wisata religi dan tidak pernah sepi peziarah. 

Salah satu tempat wisata religi peninggalan walisongo di jawa yang tidak bisa dilupakan begitu saja yaitu Situs Pasujudan Sunan Bonang di Desa Bonang Lasem Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. saat rbntimes.com mencoba datang ke lokasi situs tersebut, nampak tempat tersebut sangat ramai pengunjung yang datang untuk ziarah dan melihat bukti perjuangan sang wali. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, bukan hanya masyarakat dari jawa saja, namun dari luar jawapun banyak yang datang.

Mengenal Sosok Sunan Bonang, Wali Songo Skaligus Guru Sunan Kali Jaga.
Semua masyarakat Nusantara tentu tahu siapa itu Sunan Bonang, kehidupan beliau dihabiskan untuk berjuang menyebarkan ajaran Islam, khususnya di tanah Jawa. 
 Sunan Bonang memiliki nama asli Mahdum Ibrahim ,dalam catatan buku sejarah  beliau lahir pada tahun 1465 M. Nama lengkap beliau yaitu Raden Maulana Makdum Ibrahim, Sunan Bonang merupakan putra dari Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila yang menjadi guru para wali. Beliau banyak mengajarkan ajaran Islam pada masyarakat jawa yang mencakup wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan sebagian wilayah Jawa Barat bagian utara.

pasujudan sunan bonang lasem rembang


Tentang Julukan Sunan Bonang.


Bonang adalah nama alat musik jawa yang berbentuk bulat dan terbuat dari tembaga. Alat musik ini hasil buah karya sang wali, beliau mengajarkan ajaran islam dengan metode pendekatan budaya pada masyarakat yang saat itu masih kental dengan ajaran hindu budha. Itulah kemudian beliau dijuluki Sunan Bonang. Nama Bonang juga kemudian diabadikan untuk nama suatu desa di pesisir jawa yaitu diwilayah kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, dimana desa tersebut pernah menjadi pusat dakwahnya. Terkait kata Bonang sendiri berasal dari dua kata yaitu Bong dan Ang, merupakan sebuah nama marga Bong seperti halnya ayahandanya yaitu Bong Swi Hoo atau dikenal dengan nama Sunan Ampel.

Letak Asli Makam dan Kekeramatan Sunan Bonang


Sunan Bonang atau Raden Maulana Makdum Ibrahim wafat pada tahun 1525 M, berdasarkan catatan dan cerita masyarakat, awalnya makam asli beliau berada di Desa Bonang. Namun karena suatu persoalan dikalangan santri-santri beliau, jasad beliau dipindah ke Tuban. Hingga saat ini yang lebih sering diziarahi para peziarah adalah makam sunan bonang di kota Tuban, Jawa Timur. Namun sebenarnya hingga saat ini masih menjadi misteri dikalangan masyarakat dimana jasad Suanan Bonang dimakamkan, ini  karena di Madura juga ada makam Sunan Bonang yang juga diklaim oleh para santrinya sebagai makam asli. Konon saat sang sunan meninggal, saat kabar wafatnya sampai pada seorang muridnya yang berasal dari Madura, sang murid yang sangat mengagumi beliau ahirnya  ingin membawa jenazah beliau ke Madura. Namun  murid Madura tersebut tidak dapat membawanya dan hanya dapat membawa kain kafan serta pakaian-pakaian Sunan Bonang saja karena disaat sedang melewati Tuban, ada seorang murid beliau yang berasal dari Tuban,  mendengar kalau ada murid dari Madura sedang membawa jenazah Sunan Bonang menuju Madura. Murid-murid dari Tuban kemudian ingin merebut jenazah gurunya, kemudian sesama murid ini saling berebut jenazah sang guru yaitu Sunan Bonang.

Sementara, didalam Serat Darmo Gandhul, Sunan Bonang disebut Sayyid Kramat, yaitu merupakan seorang Arab keturunan Nabi Muhammad SAW. Kisah bukti Kewalian dan juga kekeramatan Sunan Bonang ini masih dirasakan masyarakat hingga sekarang. Ada banyak bukti historis yang memperjelas bahwasannya Sunan Bonang adalah wali Allah yang masyhur, seorang sayyid yang banyak memiliki karomah luar biasa. 

Tentang Situs Pasujudan Sunan Mbonang


Situs Sunan Bonang diatas bukit dipinggir laut bonang Lasem ini sekarang menjadi tempat wisata religi ini kental dengan nilai sejarah. Setiap harinya banyak peziarah datang ketempat ini. Lokasi tepatnya Pasujudan Sunan Bonang ini yaitu berada di desa Bonang, wilayah Kecamatan Lasem, Kabupatèn Rembang. Berjarak kurang lebih 17 km dari pusat kota Rembang Jawa Tengah. Psisinya berada disebelah timur kota lasem rembang menuju arah Surabaya, tepat berada di pinggir jalan raya Pantura Jawa.
Sejarah mencatat bahwa Sunan Bonang dengan nama asli yaitu Raden Maulana Makdum Ibrahim meninggal pada tahun 1525 M, tepatnya pada 60 tahun. Beliau tercatat sebagai seorang sayyid dan Wali yang unik dikalangan Walisongo, sampai saat ini makam beliau yang sebenarnya juga masih misteri. Ada yang meyakini di Tuban, dan ada juga di Madura. Kesemuanya makam ramai di datangi peziarah hingga sekarang. Namun pendapat terkuat terkait makam beliau sebenarnya yaitu di wilayah Tuban. Lokasinya mudah diakses, dan jika hendak bepergian ke lokasi makam, kita harus naik anak tangga terlebih dahulu, karena tempatnya sangat tinggi sekali. 

Perlu diketahui bahwa Pasujudan Sunan Bonang itu berwujud batu yang ada bekas sujudnya Sunan Bonang. Konon Pasujudan Sunan Bonang zaman dahulu itu merupakan seonggok batu yang kemudian digunakan sujud (shalat) oleh beliau untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sunan Bonang saat sujud sangat lama sekali, sehingga batu tersebut membekas. Sekarang Pasujudan Sunan Bonang begitu dikeramatkan oleh masyarakat sekitar sekaligus jadi saksi bisu perjalanan dakwah beliau kala itu.

Begitulah cerita tentang tempat wisata religi situs pasujudan sunan bonang lasem. Terimakasih sudah membaca ulasan ini dan semoga kita semua mendapatkan berkah dari Allah SWT. atas apa yang kita lakukan. Amiiin!

Tulisan ini diambil dari sumber-sumber yang ada baik cerita yang berkembang dimasyarakat, catatan buku dan artikel di internet, kemudian kami tulis kembali dengan kemasan bahasa yang lebih ringan dan mudah dipahami. 

A Nur
A Nur Mantan pegawai swasta yang saat ini memilih menjadi seorang blogger, youtuber, Conten Creator dan juga aktif sebagai wartawan online.